19 Jul 2014

Budaya Tanpa Batas (disadur dari form FLS-2014)


1. Apa yang membuat kamu layak dipilih menjadi peserta Future Leader Summit 2014??
Karena saya adalah merasa masih muda dan saya adalah PEMUDA yang siap menjadi pemimpin. Bermodal dari pengalaman-pengalaman di bidang Organisasi dan sedikit
Kepanitiaan yang pernah saya tekuni, saya memiliki semangat serta motivasi untuk mencari Ilmu, pengalaman baru di Dunia organisasi untuk meningkatkan kapabilitas saya menjadi Generasi Muda yang peka terhadap kondisi lingkungan dan sosial “Tanggap ing Sasmita” di lingkungan masyarakat.

2. Apa alasan kamu memilih isu/room Kesenian & Kebudayaan?
Budaya adalah daya dari akal/pikir/budi yang dijalankan oleh masyarakat sejak lama dan dilakukan secara terus menerus sampai saat ini hingga menjadi sebuah sistem yang kita sebut sebagai Kebudayaan. Dan dalam sistem tersebut,tak lepas dengan Kesenian sebagai pelengkap dalam berjalannya kebudayaan dari masa lampau hingga sekarang. Tertarik bagi saya untuk membahas kesenian dan kebudayaan, karena menurut saya ada beberapa bagian dari sistem kesenian dan kebudayaan tersebut yang hilang (menyimpang dari konsep kebudayaan Inonesia) dengan berdalihkan Inovasi dan Kemajuan zaman. 

Perkembangan zaman,teknologi, ibarat seperti pisau bermata dua. Membawa sifat positif dan juga sifat negatif. Sifat negatif adalah dampak yang ditimbulkannya di masyarakat. Sebagai contoh adalah, pada tataran kesenian generasi muda lebih menyukai kesenian budaya modern daripada kesenian budaya nusantara seperti tarian, gamelan, wayang,dll. Pada tataran perilaku dan Norma, banyak terjadi degradasi moral seperti pergaulan bebas, dll. Tanpa adanya keseimbangan dan filter antara masuknya kebudayaan luar yang masuk ke dalam dan tetap mempertahankan kebudayaan asli nusantara. Sebagai generasi muda, muncul keprihatinan dalam hati saya untuk ikut terlibat dalam upaya-upaya menjaga, mempertahankan, dan juga melestarikan nilai-nilai kebudayaan yang sekarang mulai terkikis perlahan menuju kepunahan. Inilah yang menjadi motivasi saya untuk ikut serta dalam Future Leader Summit 2014. 

3. Deskripsikan Permasalahan yang ada di kotamu! (sesuai prioritas isu/room yang kamu pilih)
Kesenian dan Kebudayaan sudah melekat erat pada setiap masyarakat. Mulai dari yang tua hingga yang muda, bahkan generasi muda dibawahnya. Kesenian adalah sarana dalam mempertahankan kebudayaan. Bagaimana bila kesenian sudah mengalami perubahan, bahkan hilang ditelan perkembangan zaman? Ya, berubah pula lah kebudayaan yang ada. 

Kasus yang umumnya sekarang banyak dijumpai di kota-kota besar di Indonesia adalah, yang pertama terjadinya Degradasi Budaya Moral (pergaulan bebas, mabuk-mabukan, Dugem, tawuran, narkoba, menjauhi nilai-nilai agama, dan tidak menghormati orang yang lebih tua) yang kedua Degradasi Kesenian Budaya (generasi muda lebih menyukai bentuk-bentuk kesenian luar seperti modern dance, Boyband, Girlband yang membuat mereka perlahan-lahan teralihkan bahkan melupakan kesenian budaya mereka sendiri seperti Wayang, Reog, Tari Tradisional, Jaranan,dll.) Dan ironisnya, kita baru menyadarinya pada saat kebudaayan kita akan dan bahkan sudah diclaim oleh Negara lain. 

Dari dua dampak tersebut berimbas pada generasi dibawahnya adalah kelompok anak-anak. Banyak anak-anak kini lebih menguasai lagu-lagu bertema dewasa, dan lebih parahnya lagi hal ini didukung dengan kompetisi-kompetisi kesenian bernyanyi di kalangan anak-anak dengan materi lagu-lagu bertemakan dewasa daripada lagu-lagu bertemakan anak-anak.

4. Apa yang kamu harapkan atas permasalahan yang terjadi di kotamu?
Yang saya harapkan adalah terjadi perubahan di generasi muda yang lebih menyenangi kesenian budaya modern menjadi generasi muda yang kembali mencintai kesenian budaya sendiri. 
Dan saya juga berharap, adanya control sosial di lingkungan formal (pendidikan) dan lingkungan masyarakat (keluarga) 
Pada tataran yang lebih tinggi (pemerintah/stakeholder) saya harapkan ikut turut serta berperan dalam menjaga dan melestarikan budaya asli nusantara/bangsa melalui kebijakan-kebijakan yang Pro akan Kelestarian Kesenian dan Kebudayaan Bangsa. 
Karena yang dari saya amati,kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah lebih bersifat “economic eriented” daripada “social culture oriented”.

5. Deskripsikan langkah nyata apa yang ingin kamu lakukan atau kolaborasikan bersama FLS?
Yang jelas ada harapan dari saya bahwa FLS ini tidak seperti forum-forum yang lain, yang hanya menghasilkan produk wacana daripada produk yang konkret. Karena pemuda adalah representasi dari pergerakan pemuda yang aktif bergerak serta aktif partisipatif terhadap problem-problem social culture yang muncul di masyarakat.(Dalam konteks yang saya ambil dalam forum ini adalah Kesenian dan Kebudayaan.) 

Dari yang saya pahami, forum FLS adalah forum Pemuda yang sifatnya problem solve oriented sebagai bagian dari kontribusi pemuda terhadap bangsa dan Negara. Maka pastilah muncul suatu komitmen perubahan mengenai masalah yang kita bahas dalam forum tersebut. Dan komitmen perubahan tersebut, saya harapkan kita bangun dan kita mulai dari diri kita masing-masing, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan kesenian budaya nusantara sebagai contoh yang baik dan nantinya sebagai warisan kita kepada generasi selanjutnya (generasi dibawahnya)


Soal Studi Kasus: 

Kesenian dan Kebudayaan 

Indonesia merupakan salah satu negara yang kental akan perubahan sosial dimana dalam perkembangannya dirasakan cukup pesat.Hal ini bisa dilihat dari keberagaman musik yang ada di nusantara.Tak dapat dipungkiri perkembangan yang ada terkadang hanya melihat dari aspek komersil yaitu lebih bertujuan untuk memenuhi selera pasar. 

Virus lirik-lirik lagu beraroma cinta pun tak hanya membumi di kalangan para penyanyi dewasa namun juga dibawakan oleh mereka yang masih berusia belia.Hal ini tentunya tidak sesuai bila di konsumsi oleh anak-anak.Jarang sekali ditemukan lagu anak-anak yang berlirik seusianya.Sebut saja lagu naik delman atau lagu ambilkan bulan. 

Dari fenomena tersebut,bentuk nyata apa yang ingin kamu lakukan untuk menyelamatkan anak-anak dari ancaman virus musik cinta?

6. Berikan Solusimu untuk studi kasus yang telah kamu baca! (isi sesuai prioritas room yang anda pilih)

Solsusi yang akan saya tawarkan adalah memperbanyak kompetisi kesenian (menyanyi) anak-anak dengan materi lagu anak-anak pula. Dengan melibatkan lingkungan formal (pendidikan) sebagai pendamping dan lingkungan keluarga/masyarakat sebagai pendidik utama. Karena emosi dan lingkungan berperan dalam menentukan karakter dan sifat seseorang (anak-anak). Agar nantinya, anak-anak tidak tumbuh sebagai generasi yang lupa akan kebudayaannya sendiri dan berkearifan lokal.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar