cekidooot!
Salah satu Dosen sepuh saya dawuh..beliau heran...
- kenapa sinetron Mahabarata kok pemainnya benar2 menjiwai karakternya dgn tokoh yg dia perankan. bahkan industri filmnya sangat bagus, dari segi kualitas latar belakang background dan lain sebagainya.
- kenapa di Indonesia sangat populer itu film serial dari india?
- Iya, memang benar. Epos mahabarata dari indonesia berkiblat pada india. Tapi ada beberapa yg berbeda. nilai-nilai yg diberikan (Akulturasi)
ini yg sebenarnya perlu "diangkat sendiri" oleh industri film indonesia (barangkali mau ya..)
Oke....menanggapi (dlm hati) hal tersebut,
Orang (lelaki) indonesia yho gak kalah ngganteng lho padahal, tapi produk lelaki luar (barat) lebih diminati..ini masih "produk" lelaki.. belum produk2 yg lain. #ehmmmm
beberapa Orang beranggapan kalau nikah sama "Bule" untuk memperbaiki keturunan..lha terus apa kalau dgn "produk" lokal iku salah keturunane??
Timnas atau beberapa club sepak bola yg bingung karepe dewe mencari pemain naturalisasi, opo "Gak PeDe" dgn produk tulen nasionale dekne dewe?
Mental mengakui peradaban dan peninggalan leluhur sudah mulai terabaikan.
Dalam ranah Kebudayaan, pembentukan mental sangat sulit ditempuh dengan jalan "Revolusi". Jelas, Karena konsep Revolusi bersifat cepat dan tiba-tiba..
ibarat kon bengi iki pacaran mesra, besok pagi putus scr tiba2..yoopo perasaanmu?
Kebudayaan mental berlangsung secara "Evolutiv" dan tumbuh dari dalam sebagai bentuk kesadaran yang "Manunggal" dgn diri seseorang..bertahap, dan gak cepet.
kalau kita bisa merasa dan membaca, kita sebenarnya terjebak dengan "jebakan betmen" jebakan evolusi mental bahwa yang "berasal dari luar" lebih bagus daripada "milik sendiri" (bangsa iki yg terkenal Gemah Ripah Loh Jinawi ) pastinya indonesia beberapa tahun akan bermental "minder".
Malu mengakui dari kekuatan sumberdaya nya sendiri, dan lebih percaya bahwa yg dari luar iku "Amazing"..ya.. Evolusi Mental.
Dan saat ini saya masih belum bisa tidur, bukan karena kepikiran saya lebih ganteng dari arjuna di Mahabarata AnTV tapi saya kepikiran..Saya takut nasib anak cucu nanti bak "Tikus dalam tempurung yang menangis di lumbung padi.."
-Gani menuju subuh-
26-08-2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar