7 Jan 2015

Cahaya Yang Mampir Sejenak

Kata orang, iya.. (beberapa orang) dan termasuk ibu saya.
memajang Lukisan, Patung, di dalam rumah atau memelihara anjing di luar rumah itu tidak boleh..karena Malaikat tidak mau masuk ke rumah.
whaaladalah...padahal saya sendiri suka menggambar meskipun gak terlalu bagus untuk dipajang di ruang tamu. tapi saya selalu menggeluti hobi menggambar ini..



Kenapa Malaikat tidak mau masuk ke rumah? padahal malaikat tercipta dari NUR..dan dia bisa saja masuk pintu belakang (semisal di depan ada anjing) atau masuk lewat mana saja atas RidhoNYA.
yang saya garis bawahi adalah, MENGAPA memajang Lukisan, Patung, atau Benda-benda Pusaka Nusantara sepertinya dianggap dan terkesan mistis dan dikait-kaitkan dengan musrik padahal kita tidak mengKULTUSkan dan menyembah si-Benda tsb?

Iya, saya memang terlahir dari keluarga muslim, namun Apakah kalau saya memajang Keris, Tombak, Lukisan harimau, atau patung Dewa Pengetahuan di rumah ada kaitannya dengan mau atau tidak mau-nya si "Malaikat" untuk masuk ke dalam rumah saya? padahal saya tidak mengKultuskan benda-benda itu.. padahal saya hanya merawat dan menjaga warisan leluhur. (Hanya Kepada Tuhan Kami Menyembah dan Berlindung)

Sayang sekali kalau kreatifitas kita untuk melukis, menggambar,membuat pusaka, bahkan memahat patung harus DIBATASI dengan beberapa Fatwa bahwa hal itu tidak diperbolehkan.. saya hanya meluapkan hoby dan anugerah ini kok..
Padahal orang-orang nusantara mulai dari zaman Mpu hingga zaman Instagram kini, adalah orang2 yang hebat dalam berkarya seni. khususnya seni rupa dsb. tapi hal ini dibatasi dengan FATWA itu lagi..
orang melukis ataupun memahat, sama halnya seperti "mencipta" maksudnya adalah pembuat (Creator).. DAN Bangsa lain selalu iri dengan bangsa kita, karena mereka tidak bisa seperti Nusantara..maka kemampuan bangsa kita yang CREATOR ini, akhirnya dibatasi bahkan dilumpuhkan dengan beberapa Fatwa, atau bahkan Dalil, atau bahkan pula kebijakan, peraturan tersirat, hingga mengendap menjadi nilai dan norma yang pada akhirnya Terbudidayakan!

Pada dasarnya, kita perlu belajar memahami bahasa seorang Sufi yang sangat-sangat super Halus..di mana banyak semiotik di dalamnya.
mungkin maksud dari:
"Malaikat tidak akan datang di rumah yag terdapat Gambar, Patung dan Anjing"
maksudnya adalah...malaikat gak akan sowan ke rumah dimana terdapat manusia di dalamnya yang memiliki sifat tidak mau kalah, selalu ingin menang sendiri, dan memiliki sifat rakus seperti (maaf) an*ing., malaikat tidak akan pula memasuki rumah dimana ada manusia yg hatinya membatu (seperti patung) tidak peduli dengan tetangga sekitar dan lingkungannya, gak rukun karo tonggone, bahkan gak srawung karo keluargane sak omah dewe.
nah, saya kira itu adalah gambaran diri seorang manusia yang rumahnya tidak akan didatangi Malaikat pembawa Rizki.

jadi, yang dipermasalahkan bukan tentang Lukisan, Gambar, mematung, memahat dsb..
ini adalah potensi kita sebagai bangsa "creator" bangsa pencipta. kebenaran sejati hanya milikNYA.
kita sebagai Bangsa Tanah Nusantara..sewajarnya dan bahkan sewajibnya memegang teguh prinsip dan pribadi kita. Nilai yang baik kita serap, tapi BUDAYA tetap pakai milik kita.

Suatu ketika,...
hal yang dilakukan anak kecil sebelum bisa membaca dan menulis adalah "corat-coret"!
ini adalah langkah awal dari manusia sebagai "creator" kreatifitasnya sendiri.
lihat gambar di atas, dia adalah teman saya. Saya bertemu dia ketika saya nongkrong alias ngopi sama teman2 di kantin fakultas teknik.
Namanya Disti, ketika dia menghampiri saya dan teman2, saya ajak dia untuk mengeksplor kreatifitasnya. Saya tantang dia menyanyikan lagu Lir-ilir, kemudian saya ajak dia nggambar. (hehehe.. saya memang kurang kerjaan ya..)
dari hasil gambarannya, saya jadi teringat gambaran saya waktu SD dulu..
2 Gunung, Jalan, Matahari, Pohon, dan Sawah, adalah "Gambar" anak-anak Indonesia..
WHY??? dari zaman "Linggis Kumambang" sampai zaman Twitter digantikan oleh LINE dan Path, kok samaaaa terus??? saya tidak miris dan tidak bangga..tapi saya bingung...entah bingung bangga, atau bingung psimis.
apakah ini doktrin?? atau ada RAHASIA tersembunyi dari konsep gambar Dua Gunung, Matahari, Jalan, Pohon, dan Sawah?
ketika si Disti menyelesaikan gambarnya, saya tidak berani memberikan masukan. Saya dan teman2 hanya memberikan dia penghargaan kecil di amplop yg dia sodorkan sebelumnya. Selain ini pertemuan pertama saya dengan dia...saya tidak ingin menggurui dan membatasi kreatifitasnya. Saya berharap kami bertemu kembali di kesempatan lain.
Saya ingin berbagi sedikit ilmu yg saya punya buat dia. Generasi Nusantara.

Kembangkan!

1 komentar:

  1. (y) di rumah nya sufi (aku lali jeneng e) malah onok gambar asu.. itu adalah cermin bagi dirinya.. dengan itu dia sadar bahwa dirinya masih belum lebih baik daripada anjing.. heuheu..

    mantap boss

    BalasHapus