24 Apr 2018

Bubrah sang Gresik #1

Alun-alun Gresik Milik Kita Bersama..Bukan suatu atau beberapa Golongan
Ini adalah tulisan status Facebook saya 9 Juli 2017, sebagai bentuk wujud apresiasi serta sumbang pikir saya terhadap kinerja pemerintah kabupten Gresik.
Sumber foto: Kompas, by Dok. Pemkab Gresik

Tulisan ini sempat saya posting dalam grup facebook masyarakat Gresik pada umumnya (Gresik Sumpek).
Monggo dinikmati, direnungi, sambil nyemil kopi..
*eh, masak kopi dicemil.. diseruput ding!



20 Milyar untuk membangun Islamic Center di Alun-alun. bahkan sisa anggaran diselesaikan di anggaran tahun depan?

Mengapa ISLAMIC CENTER harus di dibangun di tengah Alun-alun? kalau sudah ada Masjid Jami'.
Mengapa harus ISLAMIC CENTER??
Mengapa ISLAMIC harus CENTER??

ada beberapa perspektif yg sy lihat dari isu ini.
1) Tata kelola alun-alun. Hal ini berhubungan dengan kenyamanan dan Keamanan. Kalau hanya karena PKL yg membuat alun-alun nampak kurang rapi, pasti ada solusi dgn membuat tata ruang alun-alun dimana PKL tetap bisa aktif dan sistem interaksi Masyarakat (dari berbagai golongan) tetap berjalan.
Begitu juga dgn Keamanan, semisal dgn dibangunnya Islamic Center adalah solusi menjaga keamanan/kenyamanan Alun-alun dari hal-hal negatif (semisal: pacaran yg lebay, u know that i mean) apakah dgn 20 Milyar adalah solusi yg efektif??
pasti ada solusi lain, semisal dgn mengoptimalkan fungsi aparatur yg berwenang di lingkup Alun-alun. Pengoptimalan sistem.

2. Fungsi Alun-alun.
Pak Bupati yang saya hormati, saya yakin bapak pasti lebih mengerti akan fungsi dan filosofi alun-alun.
Bila Islamic Center dibangun di alun-alun sebagai sarana benteng pertahanan kebudayaan & aktivitas keislaman.. apakah bapak ragu akan Megahnya Masid Jami' karya Bupati Pertama Gresik (KRT. Poesponegoro).

Come on pak.. jangan jadikan pelabuhan internasional sbg alasan masuknya budaya asing. sekarang bukan jaman Majapahit pak.!
budaya asing bisa masuk lewat gadged yg mendarah nadi lewat tangan kami..bapak pasti punya instagram.
Masjid Jami' pun bisa menjadi sarana perkembangan peradaban yg lebih baik. Bahkan masih banyak sarana yg masih bisa dikelola sabagai perkembangan kebudayaan Gresik (GNI, WEP, dsb) Budaya & kesenian Gresik, bukan budaya resepsi nikahan saja (tolong catat!)
Kalau toh alun-alun jadi dibangun islamic center, apakah tidak menimbulkan kesan bahwa alun-alun hanya untuk Golongan Tertentu? Padahal warga Gresik dari semua golongan tumpek blek masih pengen lihat njenengan pidato di alun-alun.

Image Gresik sebagai kota santri?? masihkan diragukan dgn banyaknya ponpes di Gresik?? come on pak...
target image Kota Santri yg seperti apa?

Banyak filosofi, dan semiotik dari arsitektur alun-alun warisan leluhur yg sangat perlu kita jaga dan pertahankan.
Bahkan dalam inovasi pun perlu kita pertimbangkan pak.
Kalau memang ada Budayawan yg sepakat dgn pembangunan Islamic Center, mohon saya dipertemukan dengan beliau...

3. Bisnis
Akhirnya timbulah perspektif pemikiran saya pada point ke-3, pasti pak..dengan anggaran 20 Milyar bukan proyek main2.
akan lebih bijak bila alasan-alasan yg njenengan sebutkan di Kompas.com (17/03/2017) direalisasikan dengan sebuah sistem.
Tanpa harus merubah, konsep alun-alun. Sebab akan banyak sekali impact nya bagi masyarakat bahkan image Gresik.
Saya kira 20 Milyar akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk perbaikan sarana yg belum optimal baik di Gresik pusat maupun kecamatan-kecamatan lain.
Prestasi Bupati bukan hanya dalam membangun bangunan (menciptakan) saja pak (alun-alun), tapi membuat sistem tata kelola dalam mengatasi masalah yg timbul sampai ke akarnya, dan juga menjaga warisan leluhur Gresik.
kalau banyak lalat di ruang tamu, apakah perlu membangun kolam ikan di dalam ruang tamu??
20 Milyar... hmmmm

Saya tidak menolak adanya Islamic Center, tapi bagi saya Alun-alun adalah peradaban kebudayaan yang harus kita pertahankan. Kebudayaan yg bisa menerima masyarakat dari semua golongan.
Monggo bila proker pembangunan Islamic Center tetap lanjut, mohon tidak di alun-alun.

Jaya Jaya Wijayanti..
Rahayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar