Saya tertarik pada komentar terkait penyalah gunaan fungsi alun-alun Gresik.
Ya, dari beberapa sumber langsung di sekitar alun-alun, sudah bukan hal yang aneh banyak muda-mudi pacaran (yang berlebihan), #1
Disamping itu, tata ruang PKL yg dirasa semrawut di dalam alun-alun #2.
![]() |
| sumber foto: JawaPos |
1) Banyak muda-mudi yang pacaran berlebihan dan kurang pantas dikonsumsi mata (apalagi mata jomblo..kasihan!).
inikah yg bapak Bupati khawatirkan?? pergeseran moral yg tidak mencerminkan Gresik Berhias Iman???
oke..kita tarik sebab, kenapa itu terjadi?
kenapa mereka (arek pacaran) berani dan TIDAK SUNGKAN?
Kenapa harus di Alun-alun Gresik yg di depannya pas ada Masjid Jami'?
Mohon izin untuk berpendapat,..
1. Saya kira. Muda-mudi kurang kesibukan yg positif (bila ditinjau dari kegiatan muda-mudi kabupaten), baik pacaran maupun jomblo.
Saya kira sarana "Wahana Ekspresi Poesponegoro" adalah wahana yg tepat untuk berkreasi. (atau ada rekomendasi sarana yang lain mungkin). Ya, sarana yg mendorong muda-mudi untuk berkegiatan yang positif.
2. Karena ada Kesempatan. Sejauh mata memandang, taman alun-alun terkesan remang-remang, kurang penerangan saat malam.
Okey..Rimbun dan rindang dalam tata ruang itu baik. tapi bila pengaturannya kurang sesuai dgn Fungsi alun-alun, saya rasa akan memberikan peluang yg berlebihan negatif (untuk konteks ini pacaran).
Akhirnya alun-alun menjadi tempat yang potensial alias "mesum-able" bagi muda mudi yg kiranya kurang kegiatan positif dan rasa SUNGKAN.
So..How?
kembali ke pembangunan IC 20M..
sorry, 28M yg sisanya dianggarkan tahun depan, maksud saya.
ibarat "Kloso bedah, ditambal karo jadah, eeeh jadahe mambu, malah dipakakne asu."
Come on pak Bupbup..(panggilan gemas saya pada kata "Bupati")
Bukankah tata ruang masih bisa dioptimalkan?
Kalau memang Maslah UTAMANYA adalah sering dibuat MESUM, dan kurangnya MORAL yg GRESIK BERHIAS IMAN...kenapa anggaran 20M tidak untuk Revitalisasi Tata Ruang ALun-alun?
Membuat alun-alun Tetap Asri, menata Ruang yang dimana Muda-mudi akan timbul roso SUNGKAN untuk berbuat mesum.
Saya kira, dgn tata ruang terbuka yang bisa meminimalkan perbuatan mesum dan menanamkan budaya SUNGKAN untuk "begitu-begituan.." pak Bubup sudah meneladankan Gresik Berhias Iman.. tanpa harus bangun Islamic islamic apalah itu... That's Social Control yg dibentuk dari hal teknis berupa Tata Ruang.
Bukan hanya tata ruang saja,.. Pak Bubbup masih bisa mengoptimalkan Fungsi Aparatur kemanan & Ketertiban di lingkup Alun-alun (biasane seh, Satpol PP)
monggo.. dipertimbangkan.
Untuk PKL, Alun-alun kalo gak ada PKL gak rame pak..
PKL dan pengunjung alun-alun sudah membentuk sistem sosial dan ekonomi.
PKL hanya perlu ditertibkan (bila dilihat dari konteks ketertiban alun-alun) kalau perlu dan memang diperlukan, dibentuk sistem tata kelola PKL.
semisal PKL dipindahkan, mohon tempat relokasi masih berkesinambungan dengan sistem pariwisata di sekitar alun-alun. Dimana di dekat alun-alun juga terdapat wisata religi, dan bangunan-bangunan yg potensial untuk sistem ekonomi dan pariwisata. Sehingga PKL (Warga Gresik loh yo..) gak off!
That's about Sistem pak.
Alasan yg bapak utarakan di media kompas , terkait moral, budaya asing yang masuk, dan bla bla bla.. saya rasa IC 20M di TENGAH ALUN-ALUN hanya Pengadaan YANG MENGADA-ADA saja pak.. heuheuheu
Monggo, kalau IC adalah janji njenengan saat pemilihan silahkan..asal JANGAN DI ALUN-ALUN. (meskipun saya rasa fungsine IC ga seberapa penting seh neg dilihat dari "kesantrian" masyarakat Gresik) jangan tiru-tiru kabupaten/kota lain pak..saya yakin, dengan cara yang beda dan budaya Gresik yg beda dari kota lain. Motto dan tujuan Gresik Kota Santri masih bisa kita capai. Kita pak,..bukan birokrasi saja, tapi juga kami masyarakat yg siap membantu. Asalkan pembangunan dicapai dalam MUFAKAT. Bukan mufakat yg dianggap-anggap mufakat..
Masih banyak karya pembangunan njenengan yg perlu dioptimalkan,
dana besar..mohon untuk pengembangan daerah-daerah yg PERLU dan SANGAT Perlu Dikembangkan.
Salam..
Manunggaling Kawula lan Birocrazy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar